Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia Kelas XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia Kelas XI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Agustus 2014

Menulis Identitas Buku



“Teknik Tercepat bermain Keyboard”

         Keistimewaan alat musik keyboard dibandingkan dengan alat musik  lainnya adalah  bisa menghasilkan berbagai macam suara alat music dan bisa dipelajari dengan mudah sehingga semua orang bisa mempelajarinya. Keistimewaan  lain dari alat music keyboard adalah memiliki dwifungsi , baik sebagai alat music , sebagai sarana  untuk mempelajari  teori music yang terkait dengan notasi balok maupun sebagai alat music hiburan karena dengan menggunakan  satu pemain saja , sudah bisa menghasilkan  music seperti sebuah grup band.

                Bunyi keyboard dihasilkan dengan menggunakan tekanan sepuluh jari pada tuts sesuai dengan nada-nada di dalam lagu yang dimainkan.Dalam hal ini jari tangan kanan memainkan melodi lagu dan jari tangan kiri memainkan chord untuk mengiringi lagu.


                     Pada masa sekarang keyboard sudah menjadi alat music yang memasyarakat dan dimiliki banyak orang, hanya saja belum banyak buku-buku tentang bermain keyboard dengan mudah , ringkas dan praktis.

                     
                        Buku berjudul  Teknik tercepat bermain keyboard ini memberi kita semangat dan  pengetahuan bahwa memainkan alat music keyboard itu mudah.  Selain itu disajikan pula segala hal yang berhubungan dengan keyboard dan music, diantaranya  mengetahuinotasi balok  dan angka, nada dasar  hubungan  antar chord sampai cara mengiringi orang bernyanyi menggunakan keyboard. Melalui  buku ini penulis membuktikan  bahwa notasi  pada keyboard sangat mudah untuk dipahami , bahkan lebih dari itu bisa menjadi sarana pengantar  untuk memahami notasi dengan balok pula .





Laporan Hasil Membaca Buku

1.       Identitas Buku
               Judul Buku                           :  Teknik Tercepat Bermain Keyboard
               Pengarang/Penulis                 :  Drs. Thursan (a) Hakim
               Penerbit                                :  PT Kawan Pustaka
               Jumlah Halaman                    :  166 Halaman

2.         Jumlah Bab                       : 11 bab

  Pokok Pikiran bab I        :  Pengertian Keyboard serta Cara memainkan keyboard dengan posisi
                                              yang benar.

  Pokok Pikiran bab II      :  Mengetahui letak not dan cara termudah menghafal nama not

  Pokok Pikiran bab III     :  Pengertian notasi angka, balok, dan nada dasar serta hubungannya
                                               satu sama lain.

  Pokok Pikiran bab IV     :   Memahami  arti dari bentuk not, tanda istirahat, tanda sukat dan     
                                                Birama

  Pokok Pikiran bab V      :  Pemahaman ketukan dalam praktik dengan menggunakan garis 
                                               Ketukan

  Pokok Pikiran bab VI     :  Macam-macam nada dasar dalam tangga nada diatonic mayor dan  
                                               Minor.

  Pokok Pikiran bab VII   :  Ringkasan tangga nada diatonic dalam berbagai nada dasar.

  Pokok Pikiran bab VIII  :  Penulisan nada-nada pada keyboard di dalam notasi balok.

  Pokok Pikiran bab IX     :  Hubungan  antarchord.

  Pokok Pikiran bab X      :  Permainan Keyboard (Organ Tunggal).

  Pokok Pikiran bab XI     :  Cara mengiringi orang bernyanyi menggunakan keyboard.




3.       Ringkasan Isi Buku

a.       Pengertian Keyboard
Keyboard berasal dari bahasa inggris key yang berarti kunci dan board yaitu papan. Jadi keyboard adalah sekumpulan tuts yang merupakan  kunci nada yang tersusun pada sebuah bidang yang mirip papan.

b.      Notasi angka dan Balok serta Nada Dasar
Notasi angka adalah symbol nada dalam bentuk   angka 1 sampai 7  yang digunakan untuk menulis nada-nada yang telah kita kenal .
Nada Dasar adalah nada do dalam setiap tangga nada diatonis

c.       Cara-cara bermain keyboard tunggal
-          Harus memahami symbol jari tangan kanan dan notasi pada keyboard
-          Harus memahami symbol jari tangan kiri dan notasi pada keyboard
-          Melatih diri secara bertahap
-          Jangan menulis notasi angka pada tuts keyboard
-          Untuk kelancaran berlatih sebaiknya anda membuat diagram fotokopi dari diagram chord

d.      Cara mengiringi orang bernyanyi menggunakan keyboard
-           Tangan kiri tetap memainkan  chord iringan sesuai dengan lagu yang 
        Dibawakan
-           Tangan kanan memainkan chord yang sama tetapi dilakukan dengan   improvisasi.



4.       Komentar terhadap isi buku

Buku ini sangat baik dibaca oleh semua orang yang gemar bermain keyboard dan kesulitan dalam mempelajari bagaimana cara bermain keyboard dengan benar , mudah dan praktis. Buku ini membuat orang menjadi  bersemangat dan mudah dalam bermain keyboard




Drama Singkat (4 Orang)



“Kepercayaan Yang diabaikan”

Nana, Vella dan Fathma adalah 3 orang sahabat yang tinggal bersama- sama di sebuah rumah yang mereka kontrak atau kost. Untuk membayar uang kontrakkkan, mereka bertiga mengumpulkan uang mereka masing-masing untuk membayar biya kontrak rumah itu. Namun, pada suatu ketika Nana belum menyetor uang untuk membayar kontrakkan , dan Vella juga Fathma tidak punya uang sama sekali untuk menutupi jumlah uang yang harus Nana bayar.

Pada suatu hari, Sang pemilik rumah kontrakkan atau yang biasa dipanggil ibu kost itu  datang untuk menagih uang kontrakkan Nana, Vella, dan Fathma yang telah menunggak selama 3 bulan.

Tok……………………………tok……………………………tok…………………
Fathma                 : ( dari dalam rumah menuju ruang tamu) “Iya, tunggu sebentar.”

Setelah Fathma membuka pintu tampak si ibu kost sedang berdiri di depan pintu dengan wajah yang sepertinya  sangat marah.
Ibu Kost               : “Mana teman kamu yang lain?.”
Fathma                 : “ Mereka ada di dalam, ada perlu apa bu ?.”
Ibu Kost               : “ Kok malah tanya lagi? (memperlihatkan rincian pembayaran yang ada di bukunya)
                                   Lihat!!! Kalian sudah tiga bulan belum membayar uang kontrakkan, saya datnag ke sini
                               untuk meminta kalian membayar uang kontrakkan dengan tunai, saya tidak mau lagi
                                 dengar kata cicil,cicil, dan cicil!!.”
Fathma                 : “ Kalau begitu tunggu sebentar bu, saya panggil kedua teman saya dulu.”

Fathma kemudian masuk ke dalam ruang keluarga untuk memanggil Vella dan Nana
~ Di Ruang Keluarga~
Fathma                 : “Vel, Na, di depan ada ibu kost , katanya kita harus segera melunasi biya kontrakkan
                                    kita yang sudah menunggak selama 3 bulan ini.
Nana                     : (Sambil membaca majalah) “Udah deh , serahin aja padaku, nanti biar aku yang urus.”
Vella                      : “Emangnya kamu mau bilang apa? Kamu tahu sendiri kan ibu kost kita galak banget.”
Mereka bertiga pun pergi menuju ruang tamu

~ Di depan pintu~

Ibu kost                                : “Kalian lama sekali, mana uangnya?.”
Nana                     : “Begini bu, Ibu kan tahu sendiri kalau kami bertiga masih sekolah, dan masih dalam
                 Pembiayaan orang tua, jadi sekarang kami lagi menunngu orang tua kami mengirimi
                 kami uang. Bagaimana kalau Ibu member waktu 3 hari kepada kami untuk membayar
                 uang kontrakkan itu?.”
Ibu Kost               :”Benar Cuma 3 hari? Baiklah, tapi ingat jika kalian tidak melunasinya dalam waktu 3 hari
                                 Ini, kalian harus keluar dari rumah ini !!! (menggertak)
~Setelah itu, di ruang keluarga~
Fathma                 : “Bagaimana ini? Uang kita kurang Rp. 500.000,00.”
Vella                      : “Iya,Bagaimana Na? Kan kamu yang belum bayar.”
Nana                     : (Membaca buku) “Udah deh kalian teang aja! Besok kakakku akan datang
                               mengantarkan uang untukku.
Fathma                 : “Syukurlah, dengan begitu kita bisa melunasi biaya kontrakkan secepatnya.”
~Keesokan harinya ~
Vella dan Fathma sedang keluar rumah ,saat itu Nana sedang di rumah sendiri. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
Tok……………………….tok……………………………….tok……………………..
Nana                     : “ Kakak,akhirnya kakak datang juga.”
Kak Litha              : Iya kakak tahu kamu  pasti sangat membutuhkan uang kontrakkan ini jadi kakak datang
                              untuk membawakannya untukmu.”
Nana                     : “Ayo kak duduk dulu .”
Kak Litha              : “ Iya.” (duduk di kursi ruang tamu)
Kak Litha pun memberikan uang kepada Nana untuk membayar uang kontrakkan setelah itu kak Litha pun pulang.

Kak Litha              : “Kakak pulang dulu ya, jangan lupa segera bayar uang kontrakkan itu secepatnya,
                                sebelum kalian semua diusir dari rumah ini.”
Nana                     : “O.K kak!.”
Setelah Kak Litha pulang, Nana langsung bergegas pergi ke Mall, dan Sore pun menjelang saat Nana pulang  Vella dan Fathma sedang duduk-duduk di ruang tamu.
Nana                     : (membuka pintu) “Assalamualaikum!.”
Fathma                 : “ Waalaikumsalam.”
Vella                      : “Kamu dari mana Na ? Belanjaan kamu banyak sekali.”
Nana                     : “ Tidak kok, aku habis dari beli barang-barang kebutuhanku, kenapa ?kalian
                               menanyakan uang itu, kakakku tidak jadi datang , katanya dia akan datang besok lusa.”
Vella                      : “Jadi begitu ya, tapi yang kamu maksud dengan kebutuhanmu, tas dan baju-baju itu?

 “Assalamualaikum!.”
Tiba-tiba kak Litha datang
Kak Litha              : “ Kakak lupa buku kakak, kakak kembali untuk mengambilnya.”
Fathma                 : “Kak, apa tadi kak Litha sudah memberi uang kepada Nana?
Kak Litha              : “Iya, memangnya kenapa ?
Vella                      : “Nana ,jadi uang yang kamu pakai untuk membeli baju dan tas itu, uang untuk
                                   membayar kontrakkan.”
Nana                     : (Ragu-ragu sambil ketakutan) “Itu….., iya uang itu aku pakai.”
Kak Litha              : (Marah) “Kamu telah mengkhianati amanat kakak, uang itu kan untuk membayar kontrakkan.”
Nana                     : “Maafkan aku kak, teman-teman.”
Kak Litha              : “Kamu tidak boleh hanya meminta maaf, kamu harus mengganti uang itu
                                 secepatnya!.”  
Nana                     : “Nanti aku usahakan, maafkan aku ya Vella dan Fathma.”
Vella                      : “Karena ini kali pertama kamu membohongi kami, aku maafkan.”
Fathma                 : “ Kami berharap kamu tidak mengulanginya lagi, nanti tidak ada lagi orang yang akan
                                   mempercayaimu.”
Nana                     :  “Terima kasih semuanya.”